Langkah OJK Dorong Edukasi Investasi Hingga ke Daerah Tuai Dukungan

best jakarta , Perusahaan sekuritas memastikan dukungan terhadap upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memberikan edukasi ke masyarakat terkait pemberian informasi perihal tawaran informasi.
Ini karena OJK mewaspadai potensi munculnya entitas yang melakukan investasi ilegal seiring dengan kecanggihan teknologi informasi melalui telepon seluler, di sektor jasa keuangan, terutama yang menyasar pasar di daerah.
Tingginya keberadaan ponsel di daerah dan sudah masuk ke kalangan menengah bawah memudahkan penetrasi fintech. Jika tanpa edukasi memadai, masyarakat di daerah bisa dengan mudah terbujuk investasi melalui layanan ponsel, sementara entitas tersebut belum terdaftar di OJK.

profit jakarta , Sekretaris perusahaan Reliance Sekuritas Erry TP Hidayat mengatakan, sejatinya setiap perusahaan finansial, sudah diperintahkan OJK untuk melakukan edukasi ke publik. Menjelaskan produk investasi secara detail dan tanpa ditutup-tutupi.
Ini terutama terkait memilih produk investasi. Masyarakat harus benar-benar memperhatikan dari sisi izin dan imbal hasil.bpf jakarta
"Kami terus mengajak, mengingatkan masyarakat agar semakin sadar pentingnya berinvestasi sekaligus juga mengajak untuk waspada dengan berbagai tawaran investasi bodong," jelas dia, Jumat (20/7/2018).
Dia mengaku perusahaan selama ini sudah aktif melakukan edukasi. Misalkan dengan membuka galeri investasi di kampus, hingga pasar tradisional. best profit futures jakarta
"Seperti di Pasar Kamboja dan Pasar Bukit kecil yang berlokasi di Palembang dan Pasar Cikuburuk di Tasikmalaya melalui progam 'Yuk Nabung Saham", dia menambahkan.
Dia pun menegaskan dukungan terhadap langkah OJK yang terus mendorong agar perusahaan financial technology (fintech) semakin gencar melakukan edukasi ke publik. Dengan edukasi dan literasi keuangan, diharapkan semakin menggerakkan dan menumbuhkan perekonomian.
Perusahaan, kata dia, ingin menghapus kesan jika pasar modal hanya untuk kalangan tertentu saja. Padahal, masyarakat di daerah, juga memiliki kemampuan untuk berinvestasi. Ini agar semua lapisan masyarakat mampu mengakses pasar modal, mampu berinvestasi dengan aman sekaligus mendapatkan imbal hasil optimal.
Dia menuturkan, alasan lain perusahaan gencar melakukan edukasi literasi keuangan di daerah, selain untuk semakin mendorong peningkatan jumlah investor di pasar modal sekaligus untuk memberi pemahaman utuh seputar investasi sekaligus juga menangkal tawaran-tawaran investasi bodong di daerah yang tetap marak.
"Kami mendukung berbagai program OJK, sekaligus ingin berkontribusi mengakselerasi pertumbuhan investor di daerah. Sehingga pemerataan distribusi keuntungan perusahaan tercatat kepada masyarakat dapat dirasakan, dan sekaligus dapat memilikinya sebagai pemegang saham perusahaan tercatat di BEI. Kami mengajak masyarakat di daerah bersama-sama menggerakkan ekonomi," tegasnya.
OJK sebelumnya menyebutkan hingga saat ini baru 54 perusahaan financial technology atau teknologi keuangan (fintech) yang tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK, Hendrikus Passagi menuturkan, dari ke-54 fintech tersebut hampir semua konvensional.bpf jakarta
"Sudah ada 54 perusahaan fintech (yang tercatat), 53 itu perusahaan konvensional dan 1 fintech syariah," kata Hendrikus, Senin (4/6/2018).
Hendrikus mengungkapkan target hingga akhir tahun ini sebanyak 164 fintech sudah harus tercatat di OJK. Dia juga mengungkapkan, sudah ada 34 fintech yang sudah masuk pipeline atau proses mencatatkan diri di OJK.


Komentar

Postingan Populer